Direktorat Pengawasangan dan Penindakan Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi menyelenggarakan konsinyering terkait restrukturisasi ORTA Rudenim dan RKAK/L Tahun Anggaran 2019 dan Pengelolaan Hibah dari IOM. Acara ini dihadiri oleh seluruh Kepala Rumah Detensi Imigrasi dan Operator RKAK/L bertempat di Aula Jelau Hotel Grand Senyiur Balikpapan.

Direktur Pengawasan dan Penindakan, Bapak Zaeroji mengatakan bahwa pengungsi sudah menjadi isu strategis dikarenakan jumlahnya yang semakin bertambah tiap tahunnya. Data yang di berikan oleh IOM dan UNHCR menjelaskan bahwa jumlah pengungsi di Indonesia saat ini berjumlah 13.842 orang dan hanya sebanyak 9000 orang yang difasilitasi oleh IOM

"Akhir desember seluruh Rudenim harus sudah kosong dari pengungsi" Imbuh Direktur Pengawasan dan Penindakan, Zaeroji.

Kepala Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara dan Layanan Pengadaan Jonny Pesta Simamora menjelaskan bahwa hibah dari IOM harus didata dan didaftarkan ke SIMAK-BMN agar kejelasan status untuk penganggaran biaya perawatan atau pemeliharaan tersedia.

Acara ini dilanjutkan dengan diskusi terbuka antar peserta dengan narasumber yang dimoderatori oleh Kepala Seksi Deportasi Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Pardemuan Sebayang.

Sumber : http://www.imigrasi.go.id/index.php/berita/berita-utama/1757-mengembalikan-fungsi-rudenim-sesuai-undang-undang-nomor-6-tahun-2011

 

POLLING