Sejarah Kantor

Pemberian nama Kantor Imigrasi Ngurah Rai adalah mengikuti atau menyesuaikan dengan nama Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, yang diabadikan dari nama seorang Pahlawan pejuang yang secara gigih melawan penjajah Belanda bernama “I Gusti Ngurah Rai”. Kantor Imigrasi Ngurah Rai sekitar tahun 1969 pada awalnya adalah merupakan Kantor Resort/Pos Pendaratan di Pelabuhan Udara Ngurah Rai dan berada dibawah tanggung jawab Kepala Kantor Daerah Imigrasi Denpasar. Kantor Resort Daerah Imigrasi Ngurah Rai pada waktu itu belum mempunyai gedung kantor, kemudian pihak Perum Angkasa Pura meminjamkan sebuah rumah yang terletak di Jalan Kemayoran No. 1. Rumah tersebut difungsikan sebagai kantor dan sekaligus rumah atau mess yang dihuni oleh kurang lebih 5 (lima) orang pegawai tata usaha dan sekaligus untuk “standby” jika ada pesawat yang non schedule yang datang tiba-tiba.

Berdasarkan keputusan Menteri Kehakiman R.I. No. M.01.PR.07.04 tahun 1983 Kantor Resort Imigrasi Ngurah Rai dipisahkan dari Kantor Imigrasi Denpasar dan di bentuk menjadi Kantor Imigrasi Kelas II Ngurah Rai serta diresmikan pada tanggal 26 November 1983 dengan wilayah kerja Pelabuhan Udara Ngurah Rai dan Kecamatan Kuta. Kantor Imigrasi Ngurah Rai memiliki wilayah kerja 1 (satu) Kabupaten dan 3 (tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Kuta Utara, Kecamatan Kuta Selatan, dan Kecamatan Kuta Tengah.

Menurut Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No M.03-PR.07.04. Tahun 1991 tentang Organisasi dan Tata Kerja, Kantor Imigrasi Ngurah Rai mengalami kenaikan kelas dari Kantor Imigrasi Kelas II menjadi Kantor Imigrasi kelas I Ngurah Rai. Selajutnya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman No. M.14.PR.07.04 Tahun 2003 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. M.03-PR.07.04 Tahun 1991 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Imigrasi, menaikan kelas Kantor Imigrasi Ngurah Rai dari semula Kantor Imigrasi Kelas I menjadi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai.

Seiring dengan waktu dan berkembangnya Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Kantor Imigrasi yang awalnya terletak di Jalan Kemayoran No. 1 Kuta telah beberapa kali dipindahkan. Pada Tahun 1976 PT. Persero Angkasa Pura I menyediakan lahan sewa bagi Kantor Imigrasi Ngurah Rai yang berlokasi di Jl. Raya Airport Ngurah Rai dan telah dibangun gedung kantor mempergunakan anggaran dari DIPA Kantor Imigrasi Ngurah Rai. Karena adanya perluasan Bandara International I Gusti Ngurah Rai pada Tahun 2012 dalam rangka suksesnya perhelatan Konferensi APEC, Kantor Imigrasi Ngurah Rai diharapkan dapat mengosongkon lahan sewa tersebut dan diharapkan oleh PT. Persero Angkasa Pura I untuk dapat menempati Gedung Pelayanan Bersama yang letaknya tidak berjauhan dari tempat sebelumnya.

Berdasarkan atas pertimbangan tersebut, Pimpinan Kementerian Hukum dan HAM RI menginstruksikan agar diadakan pengadaan lahan dan dapat dibangunnya gedung Kantor Imigrasi Ngurah Rai secara permanen pada lahan milik sendiri. Namun demikian, karena keterbatasan waktu pengadaan Gedung Kantor, diputuskan kembali untuk mencari gedung sewa sebagai Kantor Imigrasi Sementara menunggu rampungnya pembangunan gedung kantor yang baru. Dipenghujung tahun 2012 Kantor Imigrasi Ngurah Rai secara resmi menempati gedung sewa yang terletak di Jl. Raya Bypass Ngurah Rai No. 300 B Tuban, Kuta Badung dan menjadi satu area dengan Nusa Dua Tour and Travel.

Pada bulan Februari tahun 2016 pembangunan gedung Kantor Imigrasi Ngurah Rai telah dinyatakan rampung dan seluruh kegiatan pelaksanaan pelayanan keimigrasian yang sedianya dilaksanakan di gedung sewa dipindahkan ke gedung baru Kantor Imigrasi Ngurah Rai yang terletak di Jl. Perum. Taman Jimbaran Nomor 1 Jimbaran.

Aktivitas keimigrasian Kantor Imigrasi Ngurah Rai terfokus pada pelayanan seperti dalam hal pemberian Surat Perjalanan Republik Indonesia, pemberian dan perpanjangan Izin Tinggal bagi orang asing yang dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Selain kegiatan pelayanan keimigrasian, aspek penegakan hukum di Kantor Imigrasi Ngurah Rai selama ini berjalan cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari intensitas tindakan keimigrasian dan jumlah orang asing yang di karantina relatif cukup tinggi. Semua itu tidak terlepas dari peran serta personil Kantor Imigrasi Ngurah Rai dalam melaksanakan tugas keimigrasian serta koordinasi dengan instansi yang terkait dalam Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) yang selama ini berjalan dengan baik.

Kantor Imigrasi Ngurah Rai memiliki 1 (satu) Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) yaitu TPI Bandar Udara Internasional Ngurah Rai terbesar selain Bandara Udara Soekarno Hatta (Jakarta) dan Bandara Juanda (Surabaya). Bandara ini terkenal akan aktivitas lalu lintas orang asing yang datang untuk berwisata, yang dimana jumlah wisatawan dari tahun ke tahun semakin meningkat. Sektor pariwisata di Pulau Bali memberikan kontribusi terbesar bagi pemasukan devisa negara. Volume lalu lintas orang keluar masuk wilayah Indonesia melalui TPI Bandar Udara Ngurah Rai baik dari angka keberangkatan maupun kedatangan terutama warga negara asing dari tahun ke tahun relatif cukup tinggi. Pada umumnya kebanyakan orang asing datang ke pulau Bali dengan tujuan wisata, akan tetapi tidak sedikit juga orang asing yang datang ke pulau ini untuk melakukan kegiatan bisnis maupun bekerja.

Seiring dengan perkembangan dan keadaan potensi wilayah kerja tersebut, Kantor Imigrasi Ngurah Rai senantiasa mengembangkan segala sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian dalam rangka mewujudkan good immigration services baik itu terhadap warga negara Indonesia maupun warga negara asing dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan penegakan hukum.

POLLING