Dampak pandemi COVID-19 mekibatkan lumpuhnya pariwisata Bali yang menyebabkan lumpuhnya ekonomi Bali secara umum dimana di triwulan 2, pertumbuhan ekonomi Bali mencapai . -10,98%. Pada kondisi normal kontribusi pariwisata terhadap perekonomian Bali yaitu mencapai 53% terutama yang berkaitan dengan UMKM dan Koperasi serta menampung tenaga kerja sekitar 1,1 juta orang. selainu juga Terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 2.667 orang dan yang sudah dirumahkan sebanyak 73.631 orang. hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa saat menhadiri Simakrama Kepariwisataan yang diselenggarakan di Taman Sukasada, Ujung krangasem, Selasa (13/10).

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Pprovinsi Bali sudah mengambi berbagai kebijakan dan membuat bayak program dalam rangka memulihkan Pariwisata Bali. Untuk mensosialisasikan program-program yang sedang dilaksanakan maka dilaksanakan acara simakrama kepariwistaan ini. Selain itu kegiatan simakrama ini juga untuk menjawab keraguan dari pelaku pariwisata terhadap segala kebijakan dalam penanganan covid-19 dan pemulihan pariwisata yang telah diambil oleh pemerinah.

tujuan lain diselenggarakan simakrama adalah untuk penyamaan pandangan, gerak dan langkah  dalam menghadpi pandemi Covid-19 dalam rangka pemulihan pariwisata Bali. Para pelaku pariwisata harus memahami langkah-langkah yang sudah dilaksanakan dan rencana aksi yang akan dilakukan untuk membangkitkan pariwisata Bali kembali khususnya serta rencana aksi untuk pembangunan Bali secara utuh. dengan simakrama ini pemerintah akan mendapatkan masukan dari pelaku pariwisata terkait hal-hal teknis yang bisa dilakukan dalam rangka percepatan pemulihan pariwisata Bali, jelasnya.

Menurut Ketut Jaman, anggota kelompok Ahli Pembanguan Provinsi Bali di Bidang pariwisata, bahwa selama masa pemulihan pariwisata ini akan dilaksanakan  simakrama sebanyak 6 kali, dimana yang pertama dilaksanakan di Taman Sukasada Karangasem pada hari Selasa 13 Oktober 2020. Pada simakrama kali ini mengundang peserta sebanyak 100 orang yang merukapan pelaku pariwisata yang ada di Kabupaten Karangasem. Serta menghadirkan narasumber yaitu: Ibu R Kurteni Ukar Deputy Bidang Kebijakan Strategis  Kementerian Pariwisata dan Kemeparekraf, Bapak I Putu Astawa, Kepala  Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Bapak Trisno Nugroho, Kepala Kantor BI Perwakilan Bali. dan Ketut Suarjaya  Dinas Kesehtanan Provinsi Bali.

Simakrama ini juga dijadikan ajang untuk simulasi  implementasi protocol CHSE dalam suatu kegiatan pariwisata khususnya kegiatan MICE. Materi yang disampaikan pada simakrama yaitu:Program-program dan kebijakan terhadap pemulihan pariwisata yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat (Kemenparekraf) yang berkerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bali serta Tim Pemulihan Pariwisata Bali.Kondisi Pariwisata saat ini dan Program Pemgangunan Bali dalam Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Kondisi perekonomian Bali dan  Sosialisasi Protokol CHSE.

www.disparda.baliprov.go.id
POLLING