IZIN TINGGAL TERBATAS

IZIN TINGGAL TERBATAS DIBERIKAN KEPADA :

  1. Orang asing yang memasuki wilayah Indonesia dengan visa tinggal terbatas (VITAS) atau mengkonversi dari izin kunjungan (B211 index visa) untuk tujuan berikut:
    1. Sebagai investor;
    2. Sebagai ahli;
    3. Sebagai pendeta atau ulama;
    4. Mendaftar untuk peserta pendidikan atau pelatihan;
    5. Melakukan penelitian ilmiah;
    6. Suami atau Istri pasangan yang merupakan pemegang KITAS;
    7. Anak warga negara asing dengan ayah dan / atau ibu warga negara Indonesia yang memiliki hubungan keluarga yang sah;
    8. Anak di bawah 18 tahun dan tidak menikah dengan ayah dan / atau ibunya yang merupakan pemegang KITAS;
    9. Orang asing yang dulunya memiliki kewarganegaraan Indonesia; dan
    10. Sebagai turis berusia di atas 55 tahun. (Kondisi khusus berlaku untuk kategori ini)
  2. Seorang anak yang lahir di wilayah Indonesia sementara ayah dan / atau ibunya adalah pemegang KITAS.
  3. Kapten kapal, kru, atau ilmuwan asing yang bekerja di kapal laut, struktur terapung atau instalasi yang beroperasi di perairan Indonesia dan yurisdiksinya sesuai dengan undang-undang.
  4. Orang asing yang menikah dengan pasangan Indonesia.
  5. Anak-anak dari orang asing yang menikah dengan pasangan Indonesia.
  6. Pekerja Jangka Pendek; Izin tinggal terbatas diperlukan pada orang asing untuk keterlibatan jangka pendek;

IZIN TINGGAL TERBATAS AKAN KADALUARSA KARENA :

  1. Kembali ke negara asal orang asing atau negara lain tanpa niat masuk kembali ke Indonesia;
  2. Kembali ke negara asal orang asing dan tidak masuk kembali ke Indonesia sebelum tanggal kadaluarsa izin masuk kembali;
  3. Memperoleh kewarganegaraan Indonesia;
  4. Berakhirnya tanggal izin;
  5. Konversi izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal permanen;
  6. Pembatalan KITAS oleh Menteri atau pejabat imigrasi yang ditunjuk;
  7. Deportasi; atau
  8. Peristiwa kematian pemegang izin tinggal terbatas
PERSYARATAN UMUM
Persyaratan KITAS Baru
  1. Formulir aplikasi yang lengkap; (Perdim 24, 25,26,27)
  2. Surat permohonan;
  3. Surat sponsor;
  4. Suratjaminan dari penjamin;
  5. Fotokopi E-KTP penjamin;
  6. Paspor dan salinan foto paspor / halaman biodata, visa, dan stempel kedatangan terbaru;
  7. Surat kuasa;
  8. Fotokopi E-KTP yang diberi kuasa;
  9. Tanggal dan tanggal izin masuk yang berlaku yang melapor ke kantor imigrasi (harap periksa stempel kedatangan Anda;
  10. Surat domisili dari otoritas lokal;
  11. Curriculum vitae;
  12. Fotokopi visa dan Telex visa;
  13. Pas foto 3×4 (2 lembar) dan 2×3 (1 lembar) berlatarbelakang merah.
Persyaratan Perpanjangan KITAS
  1. Aplikasi formulir nomor 24, 27;
  2. Surat permohonan;
  3. Surat sponsor;
  4. Surat jaminan dari penjamin;
  5. Fotokopi E-KTP penjamin;
  6. Paspor dan salinan foto paspor / halaman biodata, visa, dan stempel kedatangan terbaru;
  7. Surat kuasa;
  8. Fotokopi E-KTP yang diberi kuasa;
  9. Surat domisili dari otoritas lokal;
  10. Curriculum vitae;
  11. Fotokopi KITAS;
  12. Pas foto 3×4 (2 lembar) dan 2×3 (1 lembar) berlatarbelakang merah.

Keterangan:

  1. KITAS Keluarga:
    1. KITAS perpanjangan ke-1,2,3 melampirkan surat domisili dari kelurahan.
    2. KITAS perpanjangan ke-4,5 melampirkan SKTT (Surat Keterangan Tempat Tinggal).
  2. KITAS Kerja:
    1. KITAS perpanjangan ke-1 dan ke-2 berkas rangkap 2.
    2. KITAS perpanjangan ke-3,4,5 berkas rangkap 3.
  3. Bagi Anggota keluarga pengikut Tenaga Kerja Asing:
    1. Istri melampirkan akta perkawinan + fotocopy paspor dan KITAS suami.
    2. Anak melampirkan akta kelahiran + fotocopy paspor dan KITAS orang tua.
  4. KITAS Pelajar; KITAS perpanjangan melampirkan fotocopy buku POA (buku biru).
Prosedur
  1. Pembuatan:
    1. Pemeriksaan kelengkapan persyaratan;
    2. Entry data, pemindaian berkas, dan cetak tanda permohonan;
    3. Pembayaran biaya keimigrasian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
    4. Persetujuan Kepala Kantor Imigrasi atau pejabat imigrasi yang ditunnjuk;
    5. Wawancara, identifikasi, dan verifikasi data serta pengambilan data biometrik foto dan sidik jari;
    6. Penerbitan kartu izin tinggal terbatas yang sekaligus membuat izin izin masuk kembali pada paspor kebangsaan;
    7. Penandatanganan Kepala Kantor Imigrasi atau pejabat imigrasi yang ditunjuk;
    8. Pemindaian dokumen selesai;
    9. Penyerahan dokumen.
  2. Perpanjangan:
    1. Pemeriksaan kelengkapan persyaratan;
    2. Entri data, pemindaian berkas, dan cetak tanda permohonan;
    3. Pembayaran biaya keimigrasian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
    4. Pengawasan keimigrasian lapangan;
    5. Persetujuan Kepala Kantor Imigrasi atau pejabat imigrasi yang ditunnjuk;
    6. Wawancara, identifikasi, dan verifikasi data serta pengambilan data biometrik foto dan sidik jari;
    7. Penerbitan kartu izin tinggal terbatas yang sekaligus membuat izin izin masuk kembali pada paspor kebangsaan;
    8. Penandatanganan Kepala Kantor Imigrasi atau pejabat imigrasi yang ditunjuk;
    9. Pemindaian dokumen selesai;
    10. Penyerahan dokumen.

Keterangan

  1. Perpanjangan izin tinggal terbatas dengan jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun diberikan oleh Kepala Kantor Imigrasi setelah mendapatkan persetujuan Direktorat Jenderal.
  2. Perpanjangan izin tinggal terbatas dengan jangka waktu paling lama 1 (satu) dan 6 (enam) bulan diberikan oleh Kepala Kantor Imigrasi kecuali untuk perpanjangan keempat dan seterusnya diberikan setelah mendapatkan persetujuan dari Kepala Kantor Wilayah melalui Kepala Divisi Imigrasi.
PERSYARATAN KHUSUS
Penanam Modal

Bagi orang asing sebagai penanam modal harus menyediakan:

  1. Akta pendirian perusahaan yang memuat kepemilikan modal / saham dari orang asing yang ditanam di Indonesia;
  2. Surat persetujuan penanaman modal dari lembaga negara yang membidangi penanaman modal;
  3. Izin usaha tetap;
  4. Surat izin usaha perdagangan;
  5. Tanda daftar perusahaan;
  6. Nomor pokok wajib pajak perusahaan.
Tenaga Ahli

Bagi orang asing yang bekerja sebagai tenaga ahli harus menyediakan:

  1. Rekomendasi dokumen RPTKA (rencana pemanfaatan pekerja asing) yang masih berlaku dan TA.01 dari Kementerian yang membidangi ketenagakerjaan;
  2. Akta pendirian perusahaan;
  3. Izin usaha tetap;
  4. Surat izin usaha perdagangan;
  5. Tanda daftar perusahaan;
  6. Nomor pokok wajib pajakperusahaan.
Pelaut

Kapten Kapal, awak kapal atau ilmuwan asing yang bekerja di kapal laut, struktur terapung atau instalasi yang beroperasi di perairan Indonesia dan yurisdiksinya menurut hukum, harus menyediakan:

  1. Surat rekomendasi dari Kementerian atau lembaga pemerintah non-kementerian lainnya;
  2. Rekomendasi dokumen RPTKA (Rencana Pemanfaatan Tenaga Kerja Asing) yang masih berlaku dan TA.01 dari Kementerian yang membidangi ketenagakerjaan;
  3. Akta pendirian perusahaan;
  4. Izin usaha tetap;
  5. Surat izin usaha perdagangan;
  6. Tanda daftar perusahaan;
  7. Nomor pokok wajib pajak perusahaan.
Rohaniawan

Bagi orang asing yang melaksanakan tugas sebagai rohaniawan harus menyediakan:

  1. Rekomendasi dari Kementerian yang membidangi keagamaan;
  2. Rekomendasi dokumen RPTKA (rencana pemanfaatan pekerja asing) yang masih berlaku dan TA.01 dari Kementerian yang membidangi ketenagakerjaan;
  3. Akta pendirian yayasan atau lembaga rohaniawan.
Pendidikan dan Pelatihan untuk Penelitian

Orang asing yang berniat untuk mendaftar di pendidikan dan pelatihan atau untuk melaksanakan penelitian harus menyediakan:

  1. Surat rekomendasi dari kementerian yang membidangi pendidikan atau keagamaan atau lembaga pemerintah yang terkait sesuai dengan bidang kegiatannya;
  2. Surat rekomendasi dari Sekretariat Negara nagi orang asing penerima beasiswa dari pemerintah Republik Indonesia;
  3. Bagi orang asing yang melakukan penelitian ilmiah harus melampirkan rekomendasi dari kementerian atau lembaga pemerintah yang membidangi penelitian atau lembaga pemerintah terkait sesuai dengan bidang kegiatanya.
Anak-Anak yang Lahir di Indonesia yang Ayah atau Ibunya adalah Pemegang KITAS

Anak-anak yang lahir di Indonesia yang ayah atau ibunya adalah pemegang KITAS harus menyediakan:

  1. Salinan akta kelahiran anak;
  2. Salinan surat nikah orang tua dari kantor pemerintah;
  3. Fotokopi paspor orang tua;
  4. Salinan KITAS orang tua saat ini.
Orang Asing yang Menikah dengan Orang Indonesia

Orang asing yang menikah dengan orang Indonesia harus menyediakan:

  1. Surat dari pasangan Indonesia ke kantor imigrasi yang menegaskan pernikahan mereka dan permintaan untuk KITAS untuk pasangan asing;
  2. Salinan surat nikah mereka dari kantor pemerintah;
  3. Akta Nikah atau Buku Nikah;
  4. Salinan surat laporan pernikahan mereka dari Kedutaan Besar Indonesia atau Konsulat di negara mereka dan juga dari kantor pencatatan sipil di Indonesia untuk pasangan yang menikah di luar negeri;
  5. Salinan kartu identitas Indonesia yang sah dari pasangan Indonesia;
  6. Salinan kartu keluarga Indonesia yang dikeluarkan oleh otoritas lokal mereka;
  7. Rencana penggunaan tenaga kerja asing dari kementerian yang membidangi ketenagakerjaan, dalam hal orang asing yamg bersangkutan sebagai tenaga kerja asing.
Orang Asing yang Bermaksud Menemani Pasangannya yang Merupakan Pemegang KITAS

Orang asing yang bermaksud menemani pasangannya yang merupakan pemegang KITAS, harus memberikan:

  1. Salinan surat nikah mereka dari kantor pemerintahan mereka (Akta Nikah atau Buku Nikah);
  2. Fotokopi KITAS saat ini yang relevan.
Anak Warga Negara Asing yang Menikah dengan Orang Indonesia

Anak warga negara asing yang menikah dengan orang Indonesia, harus memberikan:

  1. KITAS dari orang tua mereka;
  2. Salinan akta kelahiran yang bersangkutan;
  3. Salinan surat nikah orang tua dari kantor pemerintah (Akta Perkawinan);
  4. Surat bukti lapor perkawinan dari kantor pencatatan sipil, dalam hal perkawinan yang dilangsungkan di luar negeri;
  5. Salinan kartu identitas orang tua Indonesia yang sah;
  6. Salinan kartu keluarga orang tua Indonesia.
Anak Warga Negara Asing yang Berniat untuk Bergabung dengan Ayah atau Ibu Indonesia Mereka

Anak warga negara asing yang berniat untuk bergabung dengan ayah atau ibu Indonesia mereka, harus menyediakan:

  1. Salinan akta kelahiran yang bersangkutan;
  2. Salinan surat nikah orang tua dari kantor pemerintah;
  3. Akta Perkawinan atau Buku Nikah;
  4. Surat bukti lapor perkawinan dari kantor pencatatan sipil, dalam hal perkawinan yang dilangsungkan di luar negeri;
  5. Fotokopi kartu identitas orang tua Indonesia yang valid;
  6. Salinan kartu keluarga orang tua Indonesia.
Anak-Anak di Bawah 18 Tahun dan Belum Menikah yang Berniat untuk Bergabung dengan Ayah atau Ibunya yang Merupakan Pemegang KITAS/KITAP

Anak-anak di bawah 18 tahun dan belum menikah yang berniat untuk bergabung dengan ayah atau ibunya yang merupakan pemegang KITAS/KITAP, harus memberikan:

  1. Salinan akta kelahiran yang bersangkutan;
  2. Salinan sertifikat orang tua mereka dari kantor pemerintah;
  3. Salinan akta perkawinan orang tua;
  4. Fotokopi orang tua mereka;
  5. Salinan KITAS orang tua sekarang.
Eks Warga Negara Indonesia

Eks Warga Negara Indonesia, harus memberikan:

  1. Bukti keterangan dari kepala perwakilan Republik Indonesia tentang kehilangan kewarganegaraan Indonesia;
  2. Bukti berupa dokumen resmi yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah Republik Indonesia yang sah yang dapat membuktikan bahwa yang bersangkutan adalah mantan warga negara Indonesia antara lain akta kelahiran, kartu tanda penduduk, paspor Republik Indonesia atau ijazah.
Bagi Mantan Warga Negara Indonesia Bukan Dalam Rangka Meperoleh Kembali Kewarganegaraan Indonesia

Bagi mantan warga negara Indonesia bukan dalam rangka meperoleh kembali kewarganegaraan Indonesia, permohonan diajukan dengan melampirkan juga dokumen resmi yang dikeluarkan oleh isntansi pemerintah Republik Indonesia atau oleh lembaga yang diakui oleh pemerintah Republik Indonesia yang sah yang dapat membuktikan bahwa yang bersangkutan adalah mantan warga negara Indonesia antara lain akta kelahiran, kartu tanda penduduk, paspor Republik Indonesia atau ijazah.

Bagi Eks Anak Berkewarganegaraan Ganda Republik Indonesia Diajukan Oleh Ayah atau Ibu Warga Negara Indonesia

Bagi eks anak berkewarganegaraan ganda Republik Indonesia diajukan oleh ayah atau ibu warga negara Indonesia melampirkan:

  1. Akta kelahiran yang bersangkutan;
  2. Akta perkawinan orang tua;
  3. Bukti fasilitas keimigrasian berupa kartu fasilitas keimigrasian atau pengembalian dokumen keimigrasian.
Wisatawan yang Berusia di Atas 55 Tahun yang Mengajukan Permohonan Untuk KITAS

Wisatawan yang berusia di atas 55 tahun yang mengajukan permohonan untuk KITAS harus memberikan:

  1. Surat sponsor dari biro perjalanan berlisensi yang memiliki surat resmi dari Kementerian Pariwisata;
  2. Surat izin usaha perdaganagna biro perjalanan wisata yang ditunjuk oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kepariwisataan;
  3. Bukti mengenai tersedianya dana untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama di Indonesia dari lembaga dana pendiun atau bank di negara salnya ataupun di wilayah Indonesia;
  4. Bukti polis asuransi kesehatan, asuransi kematian;
  5. Bukti tinggal di sarana akomodasi yang tersedia selama di Indonesia baik yang diperoleh dengan cara sewa, sewa beli, atau pembelian;
  6. Bukti telah mempekerjakan tenaga informal warga negara Indonesia sevagai pramuwisma, supir, penjaga keamanan, atau tukang kebun.
Bagi Anak yang Lahir di Wilayah Indonesia yang Mengikuti Status Izin Tinggal Orang Tuanya Pemegang Izin Tinggal Terbatas

Bagi anak yang lahir di wilayah Indonesia yang mengikuti status izin tinggal orang tuanya pemegang izin tinggal terbatas, permohonan diajukan ayah atau ibunya dengan melampirkan:

  1. Surat keterangan kelahiran anak dari rumah sakit atau akta kelahiran dari pejabat yang berwenang;
  2. Paspor kebangsaan ayah atau ibunya;
  3. KITAS ayah atau ibunya;
  4. Surat nikah orang tua bagi yang menikah;
  5. Surat keterangan lapor lahir yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi.