SEJARAH KANTOR

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai

          Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Kantor Imigrasi yang awalnya terletak di Jalan Kemayoran No. 1 Kuta telah beberapa kali dipindahkan. Pada Tahun 1976 PT. Persero Angkasa Pura I menyediakan lahan sewa bagi Kantor Imigrasi Ngurah Rai yang berlokasi di Jl. Raya Airport Ngurah Rai dan telah dibangun gedung kantor mempergunakan anggaran dari DIPA Kantor Imigrasi Ngurah Rai. Karena adanya perluasan Bandara International I Gusti Ngurah Rai pada Tahun 2012 dalam rangka suksesnya perhelatan Konferensi APEC, Kantor Imigrasi Ngurah Rai diharapkan dapat mengosongkon lahan sewa tersebut dan diharapkan oleh PT. Persero Angkasa Pura I untuk dapat menempati Gedung Pelayanan Bersama yang letaknya tidak berjauhan dari tempat sebelumnya.

          Berdasarkan atas pertimbangan tersebut, Pimpinan Kementerian Hukum dan HAM RI menginstruksikan agar diadakan pengadaan lahan dan dapat dibangunnya gedung Kantor Imigrasi Ngurah Rai secara permanen pada lahan milik sendiri. Namun demikian, karena keterbatasan waktu pengadaan Gedung Kantor, diputuskan kembali untuk mencari gedung sewa sebagai Kantor Imigrasi Sementara menunggu rampungnya pembangunan gedung kantor yang baru. Dipenghujung tahun 2012 Kantor Imigrasi Ngurah Rai secara resmi menempati gedung sewa yang terletak di Jl. Raya Bypass Ngurah Rai No. 300 B Tuban, Kuta Badung dan menjadi satu area dengan Nusa Dua Tour and Travel.

          Pada bulan Februari tahun 2016 pembangunan gedung Kantor Imigrasi Ngurah Rai telah dinyatakan rampung dan seluruh kegiatan pelaksanaan pelayanan keimigrasian yang sedianya dilaksanakan di gedung sewa dipindahkan ke gedung baru Kantor Imigrasi Ngurah Rai yang terletak di Jl. Perum. Taman Jimbaran Nomor 1 Jimbaran.

          Aktivitas keimigrasian Kantor Imigrasi Ngurah Rai terfokus pada pelayanan seperti dalam hal pemberian Surat Perjalanan Republik Indonesia, pemberian dan perpanjangan Izin Tinggal bagi orang asing yang dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Selain kegiatan pelayanan keimigrasian, aspek penegakan hukum di Kantor Imigrasi Ngurah Rai selama ini berjalan cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari intensitas tindakan keimigrasian dan jumlah orang asing yang di karantina relatif cukup tinggi. Semua itu tidak terlepas dari peran serta personil Kantor Imigrasi Ngurah Rai dalam melaksanakan tugas keimigrasian serta koordinasi dengan instansi yang terkait dalam Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) yang selama ini berjalan dengan baik.

          Kantor Imigrasi Ngurah Rai memiliki 1 (satu) Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) yaitu TPI Bandar Udara Internasional Ngurah Rai terbesar selain Bandara Udara Soekarno Hatta (Jakarta) dan Bandara Juanda (Surabaya). Bandara ini terkenal akan aktivitas lalu lintas orang asing yang datang untuk berwisata, yang dimana jumlah wisatawan dari tahun ke tahun semakin meningkat. Sektor pariwisata di Pulau Bali memberikan kontribusi terbesar bagi pemasukan devisa negara. Volume lalu lintas orang keluar masuk wilayah Indonesia melalui TPI Bandar Udara Ngurah Rai baik dari angka keberangkatan maupun kedatangan terutama warga negara asing dari tahun ke tahun relatif cukup tinggi. Pada umumnya kebanyakan orang asing datang ke pulau Bali dengan tujuan wisata, akan tetapi tidak sedikit juga orang asing yang datang ke pulau ini untuk melakukan kegiatan bisnis maupun bekerja.

          Seiring dengan perkembangan dan keadaan potensi wilayah kerja tersebut, Kantor Imigrasi Ngurah Rai senantiasa mengembangkan segala sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian dalam rangka mewujudkan good immigration services baik itu terhadap warga negara Indonesia maupun warga negara asing dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan penegakan hukum.