BADUNG (20/8/2025) – Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar Rapat Koordinasi Perencanaan dan Evaluasi Operasi Intelijen di Wyndham Garden Kuta Beach, Badung. Acara yang bertema “Rapat Koordinasi Operasi Intelijen Wilayah Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan NTB” ini dihadiri oleh berbagai instansi terkait, termasuk perwakilan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, yakni Raja Ulul Azmi Syahwali, Iman Warih Wijaya Waskito, dan Agung Widi Nugroho.
Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Interdiksi BNN RI, Bapak Tery Zakiar Muslim, yang menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam memberantas peredaran narkotika. Dalam paparannya, Direktur Interdiksi Narkotika Ditjen Bea dan Cukai, Bapak Syarif Hidayat, melaporkan bahwa hingga 17 Agustus 2025, telah ditangani 1.079 kasus narkotika dengan barang bukti mencapai 9,88 ton. Salah satu temuan signifikan adalah penemuan 3 kg kokain di Bandara Internasional Ngurah Rai. Beliau juga memberikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan Imigrasi melalui pertukaran data Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM).
Kepala BNN RI, Bapak Marthinus Hukom, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemberantasan narkoba adalah agenda prioritas pemerintah yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Oleh karena itu, koordinasi yang erat antarinstansi menjadi sangat penting untuk mencapai hasil maksimal.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Ngurah Rai memperkenalkan inovasi Layanan Data Keimigrasian (LDK). Layanan ini memungkinkan instansi lain mengakses data tentang warga negara asing (WNA), perlintasan, visa, dan izin tinggal guna mendukung penegakan hukum di bidang pemberantasan narkotika dan keimigrasian.
Sebagai tindak lanjut, seluruh kegiatan telah didokumentasikan dan hasilnya akan disampaikan kepada pimpinan terkait. Sinergi yang terjalin antara BNN dan Imigrasi diharapkan dapat semakin memperkuat upaya pemberantasan narkoba di wilayah Bali dan sekitarnya.
(Humas Imigrasi Ngurah Rai)