BADUNG (27/11) – Aktivitas wisata di Bali kian meningkat sepanjang 2025. Hal ini terlihat dari jumlah kedatangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang mencapai 6,5 juta penumpang, meningkat 12 persen dibanding tahun sebelumnya. Untuk mengantisipasi dinamika ini, Tim Pengawasan Orang Asing (TIM PORA) Kantor Imigrasi Ngurah Rai menggelar rapat koordinasi pada hari Rabu, 26 November 2025 di Movenpick Resort & Spa Jimbaran, bersama unsur pemerintah daerah serta aparat penegak hukum.
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Winarko, menegaskan bahwa peningkatan wisatawan harus diiringi pengawasan yang lebih kuat agar Bali tetap aman dan nyaman bagi penduduk maupun wisatawan.
“Stabilitas Bali adalah daya tarik utama wisatawan. Karena itu, pengawasan orang asing harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sepanjang Januari–Oktober 2025, Imigrasi Ngurah Rai telah mengambil 728 tindakan administratif keimigrasian, termasuk 250 deportasi terhadap WNA yang melanggar aturan. Upaya pengawasan juga diperkuat melalui patroli rutin, operasi gabungan, serta pembentukan unit siber untuk memantau aktivitas WNA di ranah digital.
Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung menyoroti maraknya pelanggaran yang dilakukan WNA, khususnya di wilayah Pecatu dan Kuta Selatan, mulai dari konsumsi alkohol berlebihan hingga penyalahgunaan narkoba. Pemerintah daerah mendorong pembenahan pengawasan di tingkat lapangan dan penegakan aturan yang lebih tegas.
Dari sisi penegakan hukum, Polres Badung mencatat adanya 20 WNA sebagai pelaku dan 40 WNA sebagai korban dalam berbagai tindak pidana sepanjang tahun ini. Pelanggaran lalu lintas yang melibatkan WNA di wilayah Canggu juga meningkat signifikan.
Sementara itu, Badan Intelijen Negara (BIN) menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat. Tidak semua persoalan yang melibatkan WNA menjadi ranah Imigrasi. Tindak pidana tetap ditangani kepolisian dan instansi hukum lain sesuai kewenangan.
Rapat ini juga membahas optimalisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) sebagai kanal pelaporan resmi bagi pengelola penginapan dan masyarakat. Pemanfaatan APOA dinilai penting agar data pergerakan WNA semakin akurat dan mudah ditindaklanjuti.
Melalui rapat koordinasi ini, seluruh instansi menegaskan komitmen untuk memperkuat sinergi pengawasan orang asing di Bali. Kolaborasi lintas sektor diyakini menjadi kunci menjaga Bali tetap kondusif sebagai destinasi wisata internasional.
27 November 2025
Humas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai