BADUNG (1/8/2025) – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali melaksanakan Apel Bersama dan Penguatan Tugas di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Jumat, 1 Agustus 2025. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali dan dihadiri oleh Direktur Kepatuhan Internal, para Kepala Unit Pelaksana Teknis, pejabat struktural, serta seluruh pegawai pada bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) dan Intelijen serta Penindakan Keimigrasian.
Apel dimulai pukul 02.15 WITA dengan Komandan Apel Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi Kantor Imigrasi Ngurah Rai. Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah penyematan bodycam secara simbolis kepada perwakilan petugas pemeriksaan, intelijen, dan penindakan sebagai simbol komitmen peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas.
Dalam amanatnya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali menyampaikan bahwa kegiatan apel ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kembali semangat pengabdian seluruh jajaran Imigrasi Bali. Ia menegaskan, “Integritas adalah harga mati bagi setiap insan Imigrasi. Tempat Pemeriksaan Imigrasi bukan hanya titik masuk, tetapi juga wajah pertama Indonesia di mata dunia. Setiap petugas harus mampu menunjukkan profesionalisme, disiplin, dan etika pelayanan yang mencerminkan citra bangsa. Jangan pernah menyalahgunakan kewenangan, karena tugas kita adalah menjaga kepercayaan publik dan kehormatan institusi.”
Usai apel, Direktur Kepatuhan Internal memberikan penguatan terkait peran strategis unitnya dalam memastikan seluruh jajaran Imigrasi bekerja sesuai aturan dan menjunjung tinggi nilai-nilai organisasi. Ia menyampaikan, “Kepatuhan bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan budaya kerja yang harus tertanam dalam diri setiap pegawai. Kami terus mendorong peningkatan integritas, disiplin, serta pengawasan internal agar pelayanan keimigrasian semakin bersih dan berstandar tinggi.”
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Kepatuhan Internal juga memaparkan hasil evaluasi periode Januari–Juli 2025 mengenai jenis pelanggaran disiplin yang ditemukan serta ketentuan hukuman yang diterapkan. Ia menekankan pentingnya tindakan pencegahan melalui edukasi dan pembinaan, bukan hanya penegakan sanksi.
Kegiatan apel bersama ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Momen ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Imigrasi Bali untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat disiplin, dan menjaga nama baik institusi. Sinergi antara pengawasan internal dan pelaksanaan tugas di lapangan diharapkan mampu menciptakan layanan keimigrasian yang profesional, berintegritas, dan membanggakan Indonesia di mata dunia.
(Humas Imigrasi Ngurah Rai)