BADUNG (25/06/2025) – Sebagai bentuk komitmen dalam menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan asing, khususnya asal Tiongkok, telah dilaksanakan Konferensi Keamanan Berwisata bagi Wisatawan Tiongkok pada Rabu (25/6) bertempat di Cloud Lounge, Tsinghua South East Asia Center, Bali. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai instansi terkait, termasuk Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai
Konferensi ini menyoroti pentingnya perlindungan terhadap keselamatan, hak, dan kepentingan wisatawan Tiongkok yang merupakan salah satu kontributor utama sektor pariwisata Indonesia. Dalam forum tersebut, ditegaskan bahwa Indonesia, khususnya Bali, harus terus menjaga reputasinya sebagai destinasi wisata dunia yang aman, nyaman, dan ramah bagi pengunjung internasional.
Berdasarkan data terbaru, pada tahun 2024 jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Bali mencapai 466.303 orang. Angka tersebut tidak hanya mencerminkan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah, tetapi juga memperkuat hubungan budaya dan diplomatik antara Indonesia dan Tiongkok.
Dalam sesi pembahasan, turut disampaikan mengenai peran Direktorat Jenderal Imigrasi dalam mendukung pelayanan dan keamanan keimigrasian bagi wisatawan mancanegara. Proses pemeriksaan keimigrasian terhadap warga negara asing, termasuk wisatawan asal Tiongkok, dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Berbagai inovasi seperti penerapan sistem pemeriksaan otomatis (autogate) di sejumlah bandara internasional menjadi langkah nyata untuk meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memperkuat aspek keamanan pintu masuk ke wilayah Indonesia.
Selain itu, konferensi juga membahas penguatan kerja sama pariwisata antara Indonesia dan Tiongkok, termasuk rencana pendirian kantor kerja sama pariwisata di masing-masing negara. Inisiatif ini diharapkan dapat mempererat hubungan bilateral yang pada tahun ini menandai 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok, yang terus berkembang menuju kemitraan strategis komprehensif.
Partisipasi Imigrasi Ngurah Rai dalam kegiatan ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap upaya bersama menjaga keamanan wisatawan, memperkuat kerja sama antarnegara, serta mendorong terciptanya pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing di Bali sebagai destinasi utama dunia.
(Humas Imigrasi Ngurah Rai)