BADUNG (27/8/2025) – Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menerima kunjungan peninjauan dari Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM Bidang Hubungan Kelembagaan bersama Tenaga Ahli Menteri. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas keimigrasian di pintu gerbang utama Bali yang menjadi salah satu destinasi internasional terpadat di Indonesia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan hangat oleh jajaran pimpinan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai. Rombongan kemudian melakukan peninjauan langsung ke area kedatangan internasional untuk mengamati secara detail alur pemeriksaan keimigrasian terhadap Warga Negara Asing (WNA) maupun Warga Negara Indonesia (WNI). Dalam peninjauan ini, Stafsus Menteri dan Tenaga Ahli Menteri menyaksikan proses pemeriksaan dokumen perjalanan, penggunaan fasilitas autogate, serta penerapan teknologi canggih pendukung pelayanan keimigrasian.
Tak hanya itu, rombongan juga mengunjungi area keberangkatan internasional guna mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai pelayanan yang diberikan kepada penumpang yang hendak meninggalkan wilayah Indonesia. Di sela kunjungan, dilakukan dialog interaktif dengan para petugas imigrasi untuk menggali informasi tentang kendala dan kebutuhan dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Dalam arahannya, Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM Bidang Hubungan Kelembagaan menyampaikan, “TPI Bandara Ngurah Rai adalah wajah Indonesia di mata dunia, oleh karena itu pelayanan yang prima, cepat, dan ramah harus selalu kita tingkatkan. Pemanfaatan teknologi modern dan peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi prioritas agar proses keimigrasian tidak hanya efisien, tetapi juga mampu memberikan kenyamanan bagi setiap pelaku perjalanan. Selain itu, penguatan sinergi dengan instansi terkait di lingkungan bandara sangat penting untuk mendukung kelancaran operasional.”
Kegiatan peninjauan ini diharapkan dapat menjadi momentum penguatan kualitas pelayanan keimigrasian di Bandara Ngurah Rai, sehingga dapat terus menjaga citra positif Indonesia sebagai destinasi wisata dan bisnis internasional yang aman, tertib, dan profesional.
(Humas Imigrasi Ngurah Rai)