BADUNG (15/10) — Direktorat Jenderal Imigrasi menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tata Cara Penyelenggaraan Kerja Sama dengan Kementerian/Lembaga yang berlangsung di Hotel JW Marriott Surabaya. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai instansi pemerintah, perguruan tinggi, serta satuan kerja Imigrasi dari seluruh Indonesia.
Acara dibuka oleh Direktur Kerja Sama Keimigrasian, yang menekankan pentingnya kerja sama yang efektif, akuntabel, dan berorientasi hasil. Sinergi antarinstansi disebut sebagai kunci utama dalam mendukung pelaksanaan fungsi keimigrasian secara menyeluruh, baik dalam pelayanan publik, penegakan hukum, maupun pengawasan orang asing.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Timur, Bapak Jaya Saputra, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini di wilayah Jawa Timur. Beliau menyoroti kebutuhan koordinasi yang solid di provinsi dengan mobilitas internasional tinggi serta pentingnya peningkatan kapasitas SDM keimigrasian agar siap menghadapi dinamika global.
Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan instansi vertikal, termasuk Imigrasi, untuk mendukung pengawasan orang asing dan peningkatan pelayanan keimigrasian yang mendukung iklim investasi daerah. Sementara itu, Universitas Airlangga (UNAIR) memberikan perspektif akademis dengan menekankan kemampuan diplomasi, negosiasi, dan komunikasi lintas budaya dalam membangun kerja sama yang efektif dan berkelanjutan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Imigrasi. Dalam paparannya, Kasubdit Kerja Sama Dalam Negeri dan Organisasi Internasional menjelaskan mekanisme penyusunan, pelaksanaan, serta evaluasi kerja sama keimigrasian. Disoroti pula pentingnya standarisasi format dan tata naskah kerja sama agar memiliki kekuatan hukum jelas dan dapat diimplementasikan seragam di seluruh satuan kerja.
Melalui kegiatan ini, Direktorat Jenderal Imigrasi menegaskan komitmen memperkuat koordinasi antarinstansi melalui penyusunan pedoman teknis dan SOP yang terintegrasi, memastikan setiap bentuk kerja sama berjalan efektif, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta memperkuat citra positif Imigrasi di tingkat nasional maupun daerah
(Humas Imigrasi Ngurah Rai)