BADUNG (5/8/2025) – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terus melakukan uji coba sistem imigrasi terpadu terbaru bernama All Indonesia di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menjelaskan bahwa sistem ini merupakan inovasi penting untuk memperlancar pergerakan wisatawan melalui integrasi data antar lembaga pemerintah.
“Dengan sistem All Indonesia, kami ingin memberikan kemudahan dan percepatan layanan bagi warga negara Indonesia maupun asing yang datang ke Indonesia. Semua proses administrasi keimigrasian, bea cukai, hingga kesehatan dapat diselesaikan dalam satu platform terpadu sebelum tiba di bandara,” ujar Agus Andrianto.
Pengujian sistem ini telah dimulai sejak Juli 2025 di tiga bandara utama, yaitu Ngurah Rai, Soekarno-Hatta, dan Juanda. Hingga saat ini, sistem masih dalam tahap uji coba yang dipantau secara intensif untuk memastikan performa optimal sebelum diterapkan secara nasional.
Menteri Agus juga menambahkan, “Evaluasi berkala kami lakukan agar sistem dapat berjalan optimal dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kami yakin inovasi ini akan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan investasi di Indonesia.”
Sistem All Indonesia memungkinkan penumpang mengisi seluruh dokumen keimigrasian, bea cukai, kesehatan, dan karantina melalui satu platform digital terpadu. Hal ini membuat proses kedatangan menjadi lebih cepat dan efisien. Bandara Ngurah Rai sendiri menjadi salah satu gerbang utama wisatawan dengan jumlah kunjungan asing mencapai 3,28 juta pada paruh pertama 2025, meningkat 12,68 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Langkah ini menunjukkan komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk terus bertransformasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik demi mendukung pemulihan sektor pariwisata nasional.
(Humas Imigrasi Ngurah Rai)