BADUNG – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai kembali menghadirkan inovasi terbaru guna menjawab dinamika di tengah masyarakat. Untuk mengoptimalkan penanganan isu-isu viral yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA), Kanim Ngurah Rai resmi membentuk Unit Reaksi Cepat (URC) “DEWATA” Intelijen Keimigrasian. URC DEWATA dibentuk sebagai bentuk penguatan struktur kerja agar setiap isu viral WNA dapat ditangani secara terkoordinasi, berbasis data, dan akuntabel.
Dalam pelaksanaannya, tim URC DEWATA tidak bekerja secara parsial, melainkan melibatkan berbagai unsur penting yang terintegrasi. Tim ini terdiri dari divisi intelijen, penindakan, siber/media monitoring, patroli, humas, hingga administrasi. Komposisi ini dirancang agar setiap tahapan penanganan memiliki pembagian peran yang jelas, mulai dari pemantauan informasi di media, verifikasi awal, analisis dugaan pelanggaran, koordinasi tindak lanjut, eksekusi di lapangan, hingga pelaporan hasil akhir.
Langkah taktis di lapangan juga didukung penuh oleh pemanfaatan teknologi. Kinerja URC DEWATA diperkuat dengan kanal komunikasi internal, logbook digital, serta sistem dokumentasi terpusat. Transformasi digital ini memastikan alur informasi berjalan cepat, memudahkan monitoring, dan menjamin setiap tindak lanjut yang dilakukan oleh petugas dapat ditelusuri serta dievaluasi secara transparan.
Melalui pengawasan berkala dari pimpinan dan evaluasi berkelanjutan, kehadiran URC Intelijen Keimigrasian DEWATA diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah secara reaktif, tetapi juga mampu membangun budaya kerja yang responsif dan profesional. Inovasi ini menjadi langkah konkret Kanim Ngurah Rai dalam menjaga efektivitas pengawasan keimigrasian di wilayah Bali.










