BADUNG (30/9) – Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) kembali menggelar rapat koordinasi penting di The Trans Resort Bali pada Selasa (30/9) Rapat ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai instansi, mulai dari Imigrasi, BNN, Kepolisian, Kejaksaan, TNI, Satpol PP, hingga aparat pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat.
Analis Keimigrasian Ahli Madya, Bapak Baron Perkasa Putra Irawan, membuka acara dengan menekankan, “Kolaborasi antarinstansi adalah kunci utama dalam mengawasi aktivitas warga negara asing (WNA) di wilayah ini. Meskipun sudah banyak upaya dilakukan, masih ditemukan pelanggaran yang terjadi. Sepanjang tahun ini, kami berhasil melakukan 620 Tindakan Administratif Keimigrasian sebagai bentuk komitmen nyata.”
Moderator rapat, Prananda Gita Satria, menyampaikan perhatian khusus terhadap lonjakan aktivitas WNA di daerah Canggu dan sekitarnya. Untuk memperketat pengawasan, telah dibentuk tim patroli khusus yang fokus di titik-titik strategis guna mendeteksi dan mencegah pelanggaran.
Kepala Seksi Intelijen, Bapak Iman Warih Wijaya Waskito, memaparkan data kedatangan WNA dengan Australia sebagai negara dengan jumlah kunjungan terbanyak, diikuti India dan Tiongkok. Namun, pihaknya juga mencatat adanya pelanggaran signifikan dari WNA asal Rusia. Oleh karena itu, penerapan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) sangat penting agar pengelola penginapan dapat melaporkan tamu WNA sesuai aturan yang berlaku.
Program inovatif Desa Binaan Imigrasi yang baru dijalankan di Desa Kutuh diharapkan menjadi langkah preventif dan edukatif untuk mendukung pengawasan berbasis komunitas.
Rapat diakhiri dengan kesepakatan bersama untuk terus memperkuat koordinasi melalui operasi gabungan dan pertukaran informasi di lapangan. Dengan sinergi yang solid, keamanan dan ketertiban di Kecamatan Kuta Utara akan terus terjaga serta aturan keimigrasian dapat ditegakkan dengan baik.