BADUNG (5/8) – Pemerintah Indonesia memulai uji coba sistem deklarasi penumpang internasional terintegrasi, All Indonesia, di Bali pada Kamis (05/08/2025) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Sistem ini bertujuan menyederhanakan dan menyatukan pelaporan kedatangan penumpang dari luar negeri, mencakup aspek keimigrasian, bea dan cukai, kesehatan, hingga karantina, yang sebelumnya diisi secara terpisah. Dengan All Indonesia, proses administrasi diharapkan menjadi lebih ringkas, sehingga penumpang dapat melintas lebih cepat setelah mendarat di Indonesia.
Peluncuran uji coba ini dihadiri oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, bersama jajaran pejabat terkait. Dalam keterangannya, Agus menyatakan bahwa masa uji coba ini menjadi momentum untuk melihat dan menyempurnakan aspek teknis maupun pelayanan dari sistem tersebut.
“Kami membuka diri terhadap masukan dari masyarakat agar sistem All Indonesia dapat dioperasikan secara optimal dan tanpa kendala saat resmi diberlakukan. Sosialisasi dan edukasi kepada publik akan terus dilakukan secara bertahap. Sistem ini memberikan efisiensi waktu karena pengisian formulir dapat dilakukan hingga tiga hari sebelum kedatangan, dengan waktu pengisian rata-rata hanya 2,5 menit,” jelas Agus.
Ia menambahkan bahwa pelayanan publik yang baik, efisien, dan menyenangkan sangat penting untuk memperkuat citra Indonesia di mata wisatawan dan investor asing.
“Pengalaman datang ke Indonesia, khususnya melalui Bandara Ngurah Rai yang menjadi pintu utama pariwisata internasional, harus terasa mudah dan lancar. Namun, tentu tetap menjaga keamanan nasional secara maksimal,” tegasnya.
Agus juga menekankan bahwa aspek keamanan menjadi prioritas utama dalam pengembangan sistem ini. All Indonesia telah melalui berbagai pengujian keamanan, termasuk uji eksploitasi celah sistem oleh ITSA BSSN dan pihak eksternal, stress test untuk uji beban trafik, hingga pemanfaatan teknologi Sclron untuk mencegah praktik kloning aplikasi.
“Kami juga telah menyiapkan sistem cadangan data dan akan memanfaatkan Data Center Indonesia yang kapasitasnya akan ditingkatkan,” ungkapnya.
Uji coba sistem All Indonesia ini berlangsung hingga akhir tahun 2025, sebelum peluncuran resminya. Untuk tahap awal, sistem hanya diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) penumpang penerbangan internasional Garuda Indonesia. Setelah resmi diberlakukan, All Indonesia akan diterapkan bagi semua penumpang internasional, dan dapat diakses melalui laman web di allindonesia.imigrasi.go.id maupun aplikasi mobile.
“Kami mengapresiasi kerja sama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Kesehatan, dan Badan Karantina Indonesia dalam mendukung implementasi All Indonesia. Harapan kami, sistem ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan dunia dalam bidang pariwisata dan investasi,” tutupnya.
(Humas Imigrasi Ngurah Rai)